Bahasa
ActionScript pada Flash hingga saat ini telah mengalami perkembangan dari versi
1, versi 2, dan versi 3. Pranowo (2011: 13-14) menjelaskan bahwa bahasa
ActionScript awalnya berasal dari ActionScript 1.0 yang dirilis pertama kali
pada tahun 2000 di Macromedia Flash 5 (saat Macromedia belum diakuisisi oleh
Adobe) yang merupakan pengembangan dari Action di Macromedia Flash 4 dan masih
digunakan hingga Flash MX atau Flash 6. Bahasa scripting ini berisi
semua kode dan perintah lainnya yang berbasis web pengembang bahasa,
seperti Macromedia Director Lingo dan Sun Java. Namun kecepatan dan kekuatannya
sangat pendek.
Pada
Macromedia Flash MX 2004 atau yang dikenal juga sebagai Flash 7 dirilis
ActionScript 2.0. Versi ini tetap digunakan hingga Macromedia Flash 8.
Kelebihan ActionScript 2.0 dibandingkan dengan ActionScript 1.0 ialah memiliki
kemampuan compile time checking, strict-typing pada variabel, dan
class-based syntax. ActionScript 2.0 juga didasarkan pada ECMA Script
yang merupakan standar untuk bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Asosiasi
Produsen Komputer Eropa. ECMA Script juga merupakan dasar yang digunakan oleh
JavaScript (Pranowo, 2011: 14).
ActionScript
3.0 baru mulai digunakan pada Adobe Flash CS3 atau Flash 9 hingga yang paling
terbaru adalah Adobe Flash CS5. ActionScript 3.0 ini merupakan restrukturisasi
fundamental dari model pemrograman sebelumnya. Penggunaannya yang luas terutama
dalam pengembangan Rich Internet Application (RIA) dengan hadirnya Flex
yang menawarkan hal serupa dengan AJAX, JavaFX, dan Microsoft Silverlight. Flex
memungkinkan pengembang untuk membangun suatu aplikasi yang membutuhkan Flash
Player. Namun Flash juga menawarkan interface yang lebih visual untuk
mengembangkan aplikasi sehingga lebih cocok untuk membangun aplikasi game
(Pranowo, 2011: 13).
B. FUNGSI DASAR ACTIONSCRIPT
Pada Flash,
ActionScript memiliki beberapa fungsi dasar, antara lain (Sunyoto, 2010: 9-10):
1. Animation
Animasi yang sederhana memang tidak membutuhkan
ActionScript. Namun untuk animasi yang kompleks, ActionScript akan sangat
membantu. Sebagai contoh, animasi bola yang memantul di tanah yang mengikuti
hukum fisika akan membutuhkan ratusan frame. Namun dengan menggunakan
ActionScript, animasi tersebut dapat dibuat hanya dalam satu frame.
2. Navigasi
Pergerakan animasi pada Flash secara default
bergerak ke depan dari satu frame ke frame lainnya hingga selesai. Namun
dengan ActionScript, jalannya animasi dapat dikontrol untuk berhenti di suatu frame
dan berpindah ke sembarang frame sesuai dengan pilihan dari user.
3. User Input
ActionScript dapat digunakan untuk menerima suatu
masukan dari user yang kemudian informasi tersebut dikirimkan kepada server
untuk diolah. Dengan kemampuan ini, ActionScript dapat digunakan untuk
membangun suatu aplikasi web berbasis Flash.
4. Memperoleh Data
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,
ActionScript dapat melakukan interaksi dengan server. Dengan demikian
kita dapat meng-update informasi lalu menampilkannya kepada user.
5. Kalkulasi
ActionScript dapat melakukan kalkulasi, misalnya
seperti yang diterapkan pada aplikasi shoping chart.
6. Grafik
ActionScript dapat mengubah ukuran sebuah grafik,
sudut rotasi, warna movie clip dalam movie, serta dapat
menduplikasi dan menghapus suatu item dari screen.
7. Mengenali Environment
ActionScript dapat mengambil nilai waktu dari
sistem yang digunakan oleh user.
8. Memutar Musik
Selain animasi yang berupaka gerakan, pada program
Flash juga dapat diinputkan sebuah musik sehingga animasi yang dihasilkan
menjadi lebih menarik. Pada hal ini, ActionScript dapat digunakan untuk
mengontrol balance dan volume dari musik tersebut.
C. JENIS-JENIS ACTION SCRIPT
Anggra
(2008: 55-57) membagi ActionScript menjadi 3 jenis berdasarkan letaknya.
Jenis-jenis ActionScript tersebut ialah:
1. FrameScript
FrameScript merupakan ActionScript yang diletakkan
pada frame. FrameScript tidak memiliki aturan tertentu dalam
penulisannya. Namun yang perlu diperhatikan ialah penulisan FrameScript ini
hanya bisa dilakukan di keyframe atau blank keyframe yang
terdapat pada timeline. Ciri-ciri keyframe atau blank keyframe
yang telah diberikan ActionScript ialah adanya tanda berupa huruf ‘a‘ kecil.
2. MovieScript
MovieScript merupakan ActionScript yang diletakkan
pada movie clip. Aturan penulisan syntax MovieScript ialah
sebagai berikut:
onClipEvent(event){
baris statement atau perintah;
}
baris statement atau perintah;
}
Ada beberapa jenis event yang dapat
digunakan pada MovieScript, antara lain load,
enterFrame, unLoad, MouseUp, MouseDown,
KeyDown, KeyUp, dan Data.
ActionScript pada Button
Selain dapat diletakkan pada frame dan movie
clip, ActionScript dapat pula diletakan pada objek button. Aturan
penulisan syntax untuk ActionScript pada button ialah sebagai berikut:
on(event){
baris statement atau perintah;
}
baris statement atau perintah;
}
Event untuk ActionScript pada button antara lain press, release, rollOver, rollOut, dragOver, dragOut, dan Keypress.
D. KOMPONEN ACTIONSCRIPT
ActionScript
seperti halnya bahasa pemrograman yang lain memiliki beberapa komponen
penyusun. Pranowo (2011: 59-62) menjelaskan beberapa komponen tersebut antara
lain:
1. Komentar
Komentar
merupakan bagian program yang tidak akan diproses atau dijalankan oleh
compiler. Penulisan komentar selalu didahului oleh tanda 2 buah garis miring
(//).
Contoh:
// ini adalah sebuah komentar
// ini adalah sebuah komentar
2. Identifier
Identifier atau pengenal pada ActionScript bersifat case-sensitive
yang berarti membedakan penggunaan huruf besar dan kecil. Selain menggunakan
huruf, identifier juga dapat menggunakan angka atau underscore
(_).
3. Variabel dan Konstanta
Variabel
merupakan nama untuk sebuah lokasi penyimpanan. Variabel harus dideklarasikan
dengan menyebutkan nama dan tipe data dari informasi yang akan disimpan.
Sedangkan konstanta merupakan identifier yang serupa dengan variabel,
namun digunakan untuk menyimpan nilai yang tidak dapat berubah.
Contoh:
var timing:Boolean = false;
var timing:Boolean = false;
4. Tipe Data
Jenis-jenis
tipe data pada ActionScript antara lain sebagai berikut:
a. Integer: berisi data semua bilangan bulat.
b. Array: disebut juga data bertingkat atau data yang
mengandung beberapa data lagi di dalamnya dan diindeks berdasarkan data numerik
atau string.
c. String: digunakan untuk menampung angka atau huruf.
d. Boolean: tipe data yang hanya terdiri dari dua kemungkinan
nilai, yaitu true (benar) atau false (salah).
e. MovieClip: merupakan tipe data yang digunakan untuk
mengontrol simbol movie clip dengan menggunakan method
dari MovieClip Class.
f. Null: tipe data yang tidak menyimpan suatu data apa pun
atau kosong (null).
g. Number: dapat mewakili integer maupun bilangan floating
point.
h. Object: tipe data yang digunakan untuk memberi definisi
kepada suatu Objek Class.
i. Undefined
j. Void
Casinos Near Casinos Near Me - MapyRO
ReplyDeleteFind 성남 출장안마 your nearest casino and have fun! 광양 출장마사지 Find your favorite slot machines, video poker machines, and more 화성 출장샵 at 밀양 출장안마 MapyRO! Find your favorite 김제 출장안마 slot games!