Cara Kerja Mesin Photo Copy

  1.  Pencahayaan, cahaya yang sangat terang yang dihasilkan dari lampu expose yang menyinari dokumen yang sudah diletakkan di atas kaca dengan posisi terbalik ke bawah pada kaca, gambar pada dokumen kemudian akan dipantulkan melalui lensa, kemudian lensa akan meangarahkan gambar tersebut ke arah tabung drum. Tabung drum adalah silinder dari bahan aluminium yang dilapisisi dengan selenium yang sangat sensitif terhadap cahaya.
  2. Gambar yang lebih terang pada permukaan drum akan mengakibatkan elektron-elektron muncul dan menetralkan ion-ion positif yang dihasilkan oleh kawat pijar (corona wire ) sebelah atas drum ( kawat 1 ), sehingga pada permukaan yang terang tidak ada elektron yang yang bermuatan, sedangkan pada cahaya yang yang lebih gelap akan menghasilkan tidak terjadi perubahan muatan, tetap bermuatan positif.
  3. Serbuk berwarna hitam ( toner ) bermuatan positif yang berada pada depeloper, akan tertarik oleh ion positif pada permukaan drum,
  4. Tegangan tinggi DC yang diberikan pada kawat pijar ( corona wire ) membuat drum bermuatan positif, kawat pijar ( corona wire ) terdapat dua buah, satu terdapat diatas drum ( kawat 1 ), dan di bawah drum ( kawat 2 ).
  5. Selembar kertas yang dilewatkan di bawah drum ketika drum berputar, sebelum kertas mencapai drum terlebih dahulu kertas dijadikan bermuatan positif oleh kawat 2, sehingga toner yang menempel pada kertas akan tertarik dengan sangat kuat ke kertas, karena gaya tarik muatan positif pada kertas lebih kuat dari pada muatan positif pada drum ditambah lagi dengan gaya gravitasi
  6. Berikutnya kertas akan di lewatkan melalui du buah rol panas yang bertekanan, panas dari kedua rol tersebut akan melelahkan toner yang kemudian akan menempel erat ke kertas.peristiwa ini akan menghasilkan copian atau salinan gambar yang sama persis dengan aslinya.
  7. Setelah toner turun ke kertas drum akan terus berputar sampai melewati blade(cleaning balde) pembersih drum kemudian melalui kawat 1 (primary corona wire), sehingga drum kembali bermuatan positif dan siap kembali disinari terus berulang-ulang.


Duh lagi asik-asik ngopi (bukan kopi manis) eech hasilnya ada garis hitam vertikal  duh pusiing ! . Ya beginilah mesin fotocopy tak usah pusing mas , ini tandanya mesin copi dalam keadaan normal karena kepake dan bila tak ingin ada masalah mesin copinya jangan dipakai sekalian ha..ha..ha...betul tidak? .

Untuk mengetahui sumber masalah garis hitam pada hasil yaitu dengan cara jalankan mesin biar terjadi proses copi dan pastikan kertas sudah berada di bawah PC Drum atau antara Drum dan Fixing Unit kemudian Off-kan mesin dan buka cover depan periksalah sumber garis hitam .

 Periksa perbagian sesuai letak garis hitam tersebut dan biasanya penyebabnya :

Periksa :
1. Cleaning Blade .
     Bersihkan cleaning blade lalu balik blade atau ganti dengan yang baru .

2. Bersihkan PC Drum .
    Gosok bila mungkin dengan menggunakan brasso , gosoknya dengan cara melingkar rata seputar drum .
    Gosok samapai sisa brasso bersih ,pakailah kapas halus kemudian bersihkan sisa minyak brasso dengan
    menggunakan bedak bubuk hingga bersih dan kering .

3. Periksa Developing Unit , Roller magnet .
   Bersihkan roller magnet menggunakan alkohol hingga bersih dari noda .
   Bersihkan Kontak Bias developing .

4. Periksa Scanning Unit .
    Bersihkan Lampu Exposure , reflektor , lensa dan cermin-cermin .
    Ganti Lampu Exposure bila sudah ada bintik hitam .

5. Periksa Fixing Unit .
   Terkadang bila roller heat sudah cacat sering terjadi hal seperti ini .

Nah penyebab garis hitam sudah saya paparkan selebihnya tergantung ketelitian kamu dan aku yakin semua rekan tehnik pada teliti saat bekerja ,

No comments:

Post a Comment

Pencarian